Oleh: kalutnews | 7 Juli 2012

Jika RUU Pemilu Buntu, KPU Kembali ke UU Lama

TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan mengakui, kini tengah berancang-ancang untuk menggelar Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang dihelat pada Oktober 2013 mendatang.

Hanya saja, aturan untuk melaksanakan pesta demokrasi lokal yang dihelat lima tahun sekali itu, KPU Tarakan hingga saat ini masih menunggu ketetapan pemerintah pusat terkait revisi Undang-undang Pemilukada nomor 10 tahun 2008.

“Apakah nanti tahapannya itu akan memilih calon dan wakil calon atau hanya walikotanya saja seperti yang diwacanakan pemerintah dalam RUU Pemilukada yang baru, sampai saat ini masih kita tunggu,” kata Ketua KPU Tarakan, Syafruddin kepada Kalutnews.wordpress.com pagi tadi.

Ini berarti, jika Rancangan Undang-Undang Pemilukada Tahun 2011 yang saat ini tengah digodok Pemerintah masih mengalami kebuntuan, maka KPU Tarakan akan tetap kembali menggunakan undang-undang lama sebagai pedoman pelaksanaan Pemilihan Walikota (Pilwali) pada 2013 mendatang.

Adapun inti dari Undang-undang Pemilukada baru tersebut, yakni pola pemilihannya langsung dan tidak ada pemilihan calon wakil kepala daerah. Sementara, untuk wakil kepala daerah ditunjuk oleh bupati/walikota terpilih dari birokrat yang kemudian diusulkan ke DPRD Tarakan. “Inilah yang masih menjadi dilema bagi masyarakat dan pemerintah, apakah akan menggunakan UU yang lama atau yang baru,” pungkasnya (ans)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: