Oleh: kalutnews | 21 Juli 2012

Memasyarakatkan Hukum

Dewasa ini banyak masyrakat Indonesia yang bingung terhadap hukum, padahal hukum sendiri adalah sebuah aturan yang di ciptakan untuk membuat kehidupan dapat berjalan –maksimal- ideal atau mendekati kehidupan yang ideal. berangkat dari intrumen hukum inilah yang kita usahakan agar hal tersebut dapat tercapai.

Namun bagaimana hal tersebut (kehidupan yang ideal ) dapat tercapai jika hukum sendiri ternyata malah membuat masyarakat semakin bingung. berawal dari lambang yang di berikan orang-orang terhadap hukum yakni hukum di ibaratkan sebagai pedang yang di pegang oleh seorang wanita yang kedua matanya di tutup oleh kain, kalau kita kaji bersama anadaikan hukum di ibaratkan pedang dan di pegang oleh orang yang di tutup matanya bagaimana hukum itu akan dapat menjadi intrumen yang tepat bagi kita guna menuju kehidupan yang ideal, karena hukum sendiri dapat di gunakan sebagaimana dua mata pisau artinya ada pemikiran yang paradoks antara tujuan hukum yang ada dengan fakta realita di lapangan, jika hukum masih berada dalam keadaan abu-abu artinya dia tidak mutlak sesuai kebutuhan maka hukum akan semakin membingungkan masyarakat, atau memang sengaja hukum di buat bertujuan seperti yang di gambarkan dalam patung ratu keadilan itu??.

Bukan penulis ingin memprovokasi tentang benar tidaknya keberadaan hukum khususnya di Indonesia ini, tapi penulis ingin mengajak masyarakat kita agar bisa bersama lebih peduli dalam keberadaan hukum itu sendiri, karena jika kita sudah acuh tak acuh terhadap hukun maka bagaiaman kita dapat hidup dengan ideal, karena penulis yakin setiap elemen di muka bumi ini bahkan jagat raya semua berjalan ideal dengan hukum yang berlaku tidak hanya bagi manusia tapi seluruh kehidupan oleh karenanya jika kita ingin benar-benar berada dalam ruang kehidupan yang tertata maka kita harus benar-benar mementingkan hukum.

Kembali kepada lambang hukum jika kita ingin hukum itu benar-benar ada di tengah kita maka mari kita coba kaji dengan perlambangan hukum itu sendiri, pertama harusnya kita berfikir hukum bukanlah analogi dari sebuah pedang yang memiliki dua mata yang berlawanan, tapi kita harus berfikir bahwa hukum itu bagaikan payung yang siap memayungi siapa saja dalam keadaan apapun khususnya ketika terjadi hujan-masalah- jika hukum kita lambangkan dengan payung maka semua elemen masyarakat akan benar-benar terpayungi dengan adanya hukum. bukan sebaliknya masyarakat malah menjadi objek hukum yang sewaktu-waktu dengan gampangnya akan terkena jeratan hukum, jika hukum sudah seperti ini maka panulis yakin tidak akan ada tatanan kehidupan yang ideal di dalamnya, silahkan dapat kita contoh dari sejarah yang telah umat manusia lewati dari sejarah nabi, filosof, hingga rakyat jelata, semua yang berkehidupan ideal atau mendekati ideal adalah mereka yang menjungjung tinggi nilai-nilai hukum dia atas segalanya, baik hukum yang di ciptakan manusia ataupun hukum yang di sampaikan oleh tuhan bagi keberlangsungan kehidupan manusia.

Sekarang dapat kita kaji pula hukum yang seperti apa yang dapat membawa kita dalam tatanan kehidupan yang ideal, pertama tentu hukum yang di ciptakan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan yang sedang di hadapi oleh suatu masyarakat, agar hukum itu berjalan tanpa harus di dorong atau di paksa bahkan di bantah oleh masyarakat itu sendiri.
Hukum yang di buat hendaknya dapat menyerap aspirasi dari calon pelaksana nya, contoh jika kita memang tidak butuh dengan ada nya hukum sasuatu kenapa harus di paksakan ada nya aturan hukum tentang hal tersebut.

Selanjutnya setelah kita semua dapat mengetahui arti penting dari sebuah hukum maka kita seharusnya mengetahui lebih dalam dan memahami tentang segala aturan hukum yang ada agar kita tidak di ‘kerjai’ oleh aturan hukum itu sendiri, dengan adanya hukum yang lebih memasyarakat itu akan dapat menjadikan hukum lebih memahami dari pada hanya sebuah aturan yang tidak mengena terhadap seluruh lapisan masyarakat.

Penulis : Humas PKBH  Universitas Borneo Tarakan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: