Oleh: kalutnews | 25 Juli 2012

Harga Sembako Melonjak, Cabai Naik Rp5 Ribu Per pekan

TANA TIDUNG – Sejak awal Juli 2012 hingga memasuki hari ketujuh dibulan Ramadan ini, sejumlah komoditi kebutuhan pokok atau sembako, sayur mayur dan daging di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tana Tidung (KTT) terus terjadi lonjakan harga yang signifikan.

Untuk harga daging ayam jenis boiler misalnya, jika pada minggu pertama dibulan Juli ini dijual seharga Rp35 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp40 ribu perkilogramnya.   Kenaikan serupa juga terjadi pada harga cabai.  Khususnya harga cabai besar yang sejak awal Juli hingga memasuki akhir bulan ini terus merangkak naik.

Pada minggu pertama hingga kedua, cabai besar dijual dengan harga Rp55 ribu, namun saat minggu ke-3 naik menjadi Rp65 ribu kemudian naik menjadi Rp70 ribu pada minggu ke-4. Sedangkan harga cabe keriting hingga kini masih normal dan belum ada perubahan sejak Juni lalu.

“Cabai rawit juga demikian tingginya harga cukup jelas, di minggu pertama sampai kedua masih Rp60 ribu meningkat mulai minggu ketiga jadi Rp65 ribu, dan di minggu ke-4 ini menjadi Rp70 ribu,” Kepala Bidang Perdagangan dan Industri Disperindagkop KTT, Muhammad Yakub.

Demikian juga kenaikan yang berlaku pada harga sayur mayur kendati tidak terjadi signifikan. Sayur-mayur di KTT tidak hanya didatangkan dari dalam daerah saja melainkan dari  luar daerah seperti Bulungan dan Malinau.

“Kalau harga yang lonjakannya tinggi selain itu, kebanyakan juga dari ikan-ikanan, namun kenaikan hanya berkisar Rp2 ribu sampai Rp5 ribu saja. Sedangkan bawang merah hanya naik Rp3 ribu, bawang putih dari Rp20 ribu sekarang menjadi Rp28 ribu,” sebut dia kepada media ini.

Ia menjelaskan, kenaikan sejumlah harga komditi kebutuhan pokok itu karena merupakan barang yang didatangkan dari luar KTT. “Bahan pokok yang ada di pasar kita ini kebanyakan dari luar daerah termasuk Samarinda, selain itu ada juga dari Berau, Bulungan, Tarakan dan Malinau termasuk Banjarmasin, sehingga harga lebih cenderung menyesuaikan,” terang Yakub.

Melihat kondisi harga ini, Disperindagkop KTT berencana akan menggelar pasar murah yang dipusatkan di tiga Kecamatan dengan titik sasaran utama di desa-desa terjauh.  “Pada pasar murah itu barang-barang yang dijual merupakan harga subsidi, tujuannya untuk membantu untuk warga khususnya yang kurang mampu,” pungkasya. (KN1/KN2)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: