Oleh: kalutnews | 26 Juli 2012

Banyak SKPD yang Tak Paham Tupoksinya

TANA TIDUNG – Dalam pelaksanaan pemerintahan daerah, Kabupaten Tana Tidung (KTT) masih terbilang dini. Bahkan banyak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang hingga kini masih dinilai belum memahami tupoksi masing-masing.

Tentunya hal tersebut berpengaruh besar terhadap perkembangan pembangunan KTT. “Ada beberapa peraturan yang masih sulit dipahami, ada aturan-aturan agak kabur sehingga agak sulit kita menafsirkan wilayah kerja masing-masing,” aku Plh Kepala Inspektorat KTT, Syahrul belum lama ini.

Kesalahan lain yang sering ditemukan, lanjut dia, adalah soal penggunaan anggaran daerah. Jelasnya, kesalahan penganggaran sering terjadi ketika belanja hibah dimasukkan pada belanja modal.  Ia mengakui kasus tersebut sering terjadi pada Dinas Pertanian.

“Nah,  ketika ada pengadaan barang itu seharusnya langsung diberikan ke masyarakat, untuk prosesnya silahkan saja selama itu angka lelang ya harus ikuti sesuai proses itu, tetapi setelah itu kan tidak dicatatkan sebagai aset karena sudah diserahkan kepada masyarakat,” jelas Syahrul.

Berbeda dengan belanja-belanja instansi lain seperti Dinas Pekerjaan Umum, masih dikatakan Syahrul porsi belanja lebih ke modal yang mana akan tercatat sebagai aset pemerintah walaupun penggunaannya digunakan langsung oleh umum.  “Kalau pertanian prosesnya silahkan mereka lelang, tapi peruntukannya itu dalam bentuk hibah. Artinya memang diperuntukkan untuk warga tertentu dan tidak dicatatkan sebagai aset,” urainya lagi.

Penyebab timbulnya berbagai masalah yang dihadapi oleh sejumlah SKPD di KTT saat ini salah satunya karena banyaknya kesulitan penganggaran. Jika kesulitan penganggaran terus terjadi, maka SKPD akan mengalami kesulitan di akhir tahun.

“Harusnya belanja hibah, dia catatkan sebagai aset,” tukasnya kembali. Sedangkan untuk hibah sendiri, Syahrul menekankan agar ada sosialisasi penggunaan atau SOP tentang pemberian hibah tersebut kepada penerima agar tidak terjadi penyalahgunaan, seperti dijual kembali oleh warga yang menerima,” bebernya.

“Nah, melihat kondisi seperti ini di lingkungan SKPD, kita sudah mulai ketat, kita mulai dari asistensi pengusulan anggaran SKPD, begitu asistensi kita akan memilah-milah usulan-usulan ini dari tim asistensi, kita mencoba meminimalisir kesalahan-kesalahan penganggaran itu dan ini sudah kita lakukan,” tutup Syahrul. (KN1/KN2)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: