Oleh: kalutnews | 26 Juli 2012

Nunukan Daerah Endemis Malaria Tertinggi di Utara Kaltim

NUNUKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengungkapkan, kasus penyakit malaria yang diderita masyarakat Kaltim hingga kini belum teratasi secara maksimal.

Hal tersebut terbukti kasus malaria hingga saat ini telah merambah ke setiap kabupaten/kota di Kaltim, khususnya hampir semua daerah di utara Kaltim yang memperoleh berbagai predikat.

“Tingkat endemis malaria tertinggi di utara Kaltim dengan predikat warna merah diperoleh Kabupaten Nunukan persisnya di Sungai Nyamuk. Sedangkan di Kabupaten Tana Tidung mendapat predikat warna kuning,” kata Hartoyo, staf Bidang Lingkungan Dinkes Kaltim kepada media ini.

Munculnya kasus malaria, jelas dia, disebabkan faktor lingkunga yang tidak bersih. Nah, untuk menuju daerah yang bebas dari malaria dibutuhkan penerapan Perilaku Hidup Bersih (PHBS) dari masyarakat.

Menurut Hartoyo, kasus malaria di Indonesia merupakan penyakit yang membutuhkan perhatian khusus. Pemerintah Indonesia sendiri memiliki program yakni Global Fund. Selain AIDS, malaria juga termasuk kategori penyakit yang butuh pencegahan secara berkelanjutan. Sementara Global Fund dalam mengatasi kasus malaria telah menyalurkan bantuan ke daerah-daerah endemis berupa pembagian kelambu.

“Kami dari provinsi Kaltim juga sering mensosialsikan cara pencegahan dengan menciptakan lingkungan hidup yang sehat. Karena penyebab malaria adalah faktor lingkungan,” katanya. “Untuk itu bagaimana masyarakat membuat pembuangan sampah yang benar kemudian rumah juga harus diperhatikan ventilasinya. Semuanya bertujuan untuk pengendalian,” beber Hartoyo menambahkan. (KN1/KN2)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: