Oleh: kalutnews | 2 Agustus 2012

Jumlah Perawat dan Dokter RSUD Tarakan Belum Terpenuhi

TARAKAN – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Wiranegara Tan mengungkapkan, hingga saat ini persoalan kekurangan tenaga perawat dan dokter masih menyelimuti.

Untuk tenaga perawat baik medis maupun non medis sampai sekarang tercatat sebanyak kurang lebih 300 orang. Pegawai tersebut meliputi Pegawai Negeri Sipil (PNS), BLUD dan Pegawai Honor Daerah.

“Kekurangannya mungkin sampai 200-an, idealnya dalam satu tempat tidur berbanding dengan beberapa perawat, idealnya pada satu tempat tidur ada satu perawat itu yang belum kita miliki,” kata dr Wira kepada media ini, Kamis (2/8/2012).

Kendati kebutuhan tenaga perawat belum terpenuhi, pihaknya mengklaim pelayanan rumah sakit berplat merah Provinsi Kalimantan Timur itu sudah maksimal. Tak hanya jumlah perawat, hampir sumber daya manusia khususnya dokter di RSUD Tarakan juga masih kekurangan.

“Kalau kita menghitung daripada jumlah kepegawaian berdasarkan Departemen Kesehatan rumah sakit ini masih sangat kurang sekali baik itu perawat, pegawai maupun dokter,” katanya.

Akibat kekurangan tenaga perawat itu, aku dr Wira, masa cuti bagi perawat RSUD Tarakan terkadang tidak diberikan. “Dan kalau perawat yang sedang cuti kita panggil kembali bekerja untuk memenuhi kekurangan perawat. Tapi kita bersyukur mereka lebih mengutamakan pelayanan ketimbang cutinya meski itu kewajiban dia dengan cutinya tetap dipertimbangkan dikemudian hari,” bebernya.

Sementara untuk tenaga dokter, hampir semua jenis penyakit RSUD Tarakan mayoritas masih memiliki seorang dokter. Seharusnya, setiap jenis penyakit ditukangi 2 dokter.  “Untuk dokter sekarang sudah berjumlah 40 lebih tapi masih kurang,” katanya.

Menurutnya, alasan kekurangan dokter ini lebih mengarah pada insentif dokter yang terbilang cukup kecil. Sementara dokter memiliki risiko kerja yang cukup tinggi. Diapun berharap, pemerintah memberikan insentif yang lebih baik. “Rumah sakit manapun tidak ada yang bilang dokternya lengkap, selalu kurang, dan kurangnya itu tergantung juga dengan kondisi,” tandasnya. “Kita masih kekurangan dokter penyakit dalam, bedah, kandungan, dokter anak dan lain-lainnya,” sambung dr Wira.

Kendati demikian, kelemahan-kelemahan yang ada bukan berarti membuat manajemen rumah sakit lemah. Rumah sakit yang dia pimpin bahkan berupaya melakukan berbagai kegiatan peningkatan kompetensi dokter dan perawat dan tentu dilakukan di Tarakan.

Selain itu, kata Wira, pihaknya juga berusaha keras menumbuhkan kepercayaan pasien kepada rumah sakit dengan pemberian pelayanan yang maksimal dari dokter perawat rumah sakit. Ditambahkannya, dari kelemahan dan upaya itulah, kesejahteraan kepada seluruh karyawan kembali menjadi perhatian serius pihaknya.

Kekurangan dokter dan perawat pun bisa diatasi jika pemerintah terus memberikan peluang kepada dokter untuk mengikuti program spesialisasi. “Pemerintah melalu rumah sakit sudah mengirim beberapa dokter umum untuk sekolah, jadi 2013 itu banyak yang kembali untuk bekerja di rumah sakit ini,” pungkasnya. (KN1)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: